Bokap Gue punya
fetish sama kolor.
Entah kenapa, bagi
dia mengganti kolor setiap hari itu sangatlah penting. Bisa dibilang, kebutuhan
primer dia ada empat : sandang, pangan, papan,dan kolor.
Setiap dia pulang
dari tugas kerja, hal pertama yang dia lakukan adalah memanggil Gue dan
memperlihatkan oleh” yang dia bawa. Setelah mengharap tinggi” untuk dibeliin
baju ato sepatu baru, biasanya harapan Gue dihempaskan dengan hadirnya satu dus
kolor baru.
“Ini untuk kamu”.
Dia bilang itu dengan antusiasme tinggi. Gue ngeliat ke tumpukan kolor baru. Untuk Gue? Kolor bergambar monyet di
tengahnya ini untuk Gue??
“Makasih ya Pak”.
Gue pasrah dengan takdir Tuhan.
Saking seringnya
diberi kolor, Gue pun punya hampir berbagai jenis dan warna yang mungkin ada.
Merah, biru, ijo, sampe ke item muda (emang ada gitu item muda?).
Kolor memang sangat
penting buat bokap. Hingga ketika Gue lagi nyantai baca novel’nya Raditya Dika
melem” sambil tiduran, saat itu juga bokap tiba” masuk kamar. Dengan mukanya
yang serius dia bilang, “Eh, kok, malem-malem belom tidur? Kau sudah.......”.
Gue kira kata”
selanjutnya adalah kau sudah ngerjain pe-er atau belum, tapi yang keluar dari
mulut bokap adalah, “Kau sudah ganti celana dalam?”
Sebenarnya Gue
cukup khawatir kalau suatu saat nanti akan mewarisi sifat ini secara genetk
dari bokap. Untuk sekarang sih, biasa” aja, buat Gue kolor tetaplah berwujud
kolor. Segitiga. Alus. Bisa buat bekep orang. Biasa aja, deh, pokoknya. Tapi
Gue takut, Gue bakal berubah menjadi bokap, sang Pecinta Kolor. Gue ngebayangin
nggak seru aja ntar kalo Gue udah dewasa dan pembicaraan Gue dengan bokap di
telepon nanti seperti ini :
“Pak, udah coba
kolor yang baru itu?”
“Yang mana?”
“Yang keluaran terbarunya Calvin Klein itu, lho.”
“Ah, kau ini gimana. Itukan potongannya terlalu tajam, jadi sirkulasi udara masuk tidak terlalu lincah seperti yang diberikan kolor tipe 332-nya Guess keluaran musim semi kemarin.”
“Oh, gitu yah Pak. Bapak emang idolaku. Hebat!”
“Yang mana?”
“Yang keluaran terbarunya Calvin Klein itu, lho.”
“Ah, kau ini gimana. Itukan potongannya terlalu tajam, jadi sirkulasi udara masuk tidak terlalu lincah seperti yang diberikan kolor tipe 332-nya Guess keluaran musim semi kemarin.”
“Oh, gitu yah Pak. Bapak emang idolaku. Hebat!”

0 komentar:
Posting Komentar